SUSUT DISTRIBUSI, Pengkomsumsi BBM terbesar di sisi Distribusi 20 kV

   Susut Distribusi (losses) merupakan kehilangan energi listrik (kWh ) dalam aktivitas penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke pelanggan. Realisasi susut distribusi yang tinggi jelas berpotensi mengurangi pendapatan PLN dan meningkatnya Biaya Pokok Penyedian (BPP) yang berhubungan langsung dengan kebutuhan Bahan Bakar dan Salah Satunya Bahan Bakar Minyak.   begitu juga sebaliknya apabila susut distribusi dapat ditekan maka akan meningkatkan pendapatan PLN dan mengurangi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sehingga dapat menghemat pemakaian BBM dalam memproduksi energy listrik.

   Di bidang penyaluran distribusi, susut merupakan salah satu kinerja utama  Selain itu kinerja susut distribusi juga menunjukkan seberapa besar tingkat kebocoran atau efisiensi sistem pendistribusian energi listrik ke konsumen atau pelanggan. Semakin tinggi susut distribusi pada suatu unit distribusi maka makin tinggi pula tingkat kebocoran energinya atau kehilangan energi yang terjadi pada proses pendistribusian tenaga listrik ke pelanggan sehingga sistem menjadi tidak efisien, dimana hal ini bisa disebabkan faktor teknis maupun non teknis.

Oleh karena itu upaya penurunan susut distribusi harus selalu menjadi prioritas utama manajemen pada suatu unit distribusi termasuk Rayon Payakumbuh dengan mengimplementasikan program-program yang tepat sasaran sesuai dengan ketersediaan anggaran. Hal tersebut menjadi prioritas karena target susut distribusi tahun 2012 untuk Rayon Payakumbuh cukup berat yaitu 4,57% sedangkan realisasi susut kumulatif sampai dengan Bulan Maret 201 masih di posisi yaitu 8,56% dengan kehilangan kWh sebesar 870.000 kWh, jika di asumsinya untuk menghasilkan 1 kWh membutuhkan BPP sebesar Rp 1.860,- maka kehilangan  pendapatan PLN untuk satu bulan saja di PLN Rayon Payakumbuh sebesar Rp. 1.618.200.000 (1,6 milyar Rupiah ) kehilangan yang cukup besar,sehingga diperlukan upaya-upaya strategis dan sistematis menurunkan susut distribusi.

Susut distribusi disebabkan oleh factor Teknis dan non teknis, dimana factor teknis disebabkan oleh kehilangan energy sewaktu menyalurkan energy yang di sebabkan oleh beberapa hal diantaranya :

  1. Rugi Panas pada penghantar/kawat/kabel.
  2. Rugi Inti besi pada transformator.
  3. Arus yang mengalir pada penghantar Netral akibat ketidak seimbangan beban pada transformator
  4. Rugi/kehilangan yang terjadi pada konektor atau sambungan.

Kehilangan energy pada factor teknis ini tidak dapat di hilangkan tetapi dapat di perkecil dengan berbagain usaha seperti Perbaikan,Penggantian dan pemberatan penghantar maupun peralatan tetapi usaha ini membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga diperlukan lagi usaha yang stategis dan sistematis serta skala prioritas.Untuk Rayon Payakumbuh sendiri dengan perhitungan Simulasi Etap di dapatkan untuk susut teknisnya sebesar 4,2% berdasarkan asset yang dimilki.

            Faktor penyumbang susut yang kedua adalah factor non teknis pada umumnya adalah pemakaian listrik secara illegal, kesalahan pencatatan alat ukur transaksi energi listrik, akurasi peralatan ukur dan kelemahan sistem administrasi sehingga upaya-upaya penurunannya relatif lebih mudah dan tidak memerlukan biaya besar, dimana kontribusinya didapatkan dari beberapa hal diantaranya:

  1. PJU illegal (Penerangan Jalan Umum Liar).
  2. Pencurian Tenaga Listrik.
  3. kWh Meter Rusak & Buram
  4. kWh Numpuk
  5. Kesalahan pencatatan angka meter pelanggan.
  6. Layanan Pesta illegal

Dari data di atas maka dapat terlihat kontribusi kehilangan kWh dari factor non teknis cukup tinggi sebesar 4,48 % atau setara dengan 460.000 kWh ( dengan biaya pokok  sebesar Rp 855.600.000,-) jika di asumsikan 1 liter BBM menghasilkan 3 kwh maka susut non teknis sebesar 460.000 kWh membakar 154.000 liter BBM.Maka untuk faktor non teknis harus di hilangkan karena dapat di lakukan dengan kegiatan yang nyata, anggaran yang tidak terlalu besar serta memberikan efek yang dapat di rasakan pada waktu tersebut.

Maka PLN sebagai Perusahaan Negara penyedia tenaga listrik harus melakukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi isu kenaikan BBM dengan melakukan konversi pemakian BBM bagi unit-unit pembangkit serta melakukan efisiensi dalam penyediaan listrik salah satu yang utama adalah menurunkan Susut Distribusi yang terjadi. Maka di tuntut kepedulian setiap pegawai PLN untuk melakukan kegiatan nyata di bidang Distribusi adalah memperkecil SUSUT DISTRIBUSI.(ekoP).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s